Perjalanan dan Cara Pandang / Hidup hanya sekali, mari membuatnya berarti..

Perjalanan dan Cara Pandang atau Hidup hanya sekali, mari membuatnya berarti..

Bismillah Ya Allah,..

Assalamu'alaikum warahmatulalhi wabarakaatuh... maaf sudah lama tidak mempost, karena ada deadline kerja yang MasyaAllah selalu dan Alhamdulillahnya, ada diangsur sedikit demi sedikit mencatatnya di blog ini,

untuk pembahasan judul ini, lebih ke belajar cara memahami arti dari sebuah perjalanan dan bagaimana memahami cara pandang dalam menjalani perjalanan tersebut

sipp, semoga bermanfaat

Jadi Saat itu bulan 3-2021

Saat itu pekerjaan yaitu sebagai perencana dibidang hidrologi pada jembatan, nah sembari itu Tenaga ahli Thariq,  mengajak untuk membantu untuk menghitung luas pengaruh hujan yang terjadi pada lokasi tinjauan di Jawa Tengah, Kec. Brebes, jembatannya hancur, ada 2 jembatan, 1 aman, penyebabnya salah satunya karena tergerus pada di bawah pilar jembatan dan groundsill (bangunan penahan dasar sungai) rusak karena bencana alam, jadi saat itu informasi rencana dari tenaga ahli kemungkinan pergi ke jawa tengah untuk survey jembatan, nah pertanyaannya apakah bertiga (thariq, junior, dan Tenaga ahli ) ke jawa tengah atah berdua saja? dan saat itu disampaikan saja ke adik junior, mana yang terbaik menurut Allah se, tenaga ahli tau nan terbaik ma, artinya juga, mari kita mengajarkan ke adik junior atau siapapun itu agar jangan terlalu berharap atas pilihan yang ada nantinya, artinya juga, mana yang terbaik saja agar hati tidak kecewa dan lapang hati.

sampai beberapa hari setelah itu, karena kebetulan junior di kantor saat itu sudah tidak bekerja di kantor dan ingin merantau ke jawa untuk mencari kerja, saat itu muncul pemberitahuan dari tenaga ahli mengabari bahwa thariq saja yang pergi ke jawa tengah dan harus mempersiapkan diri, dan terkejut juga, bagaimana cara meminta izin ke kantor karena kegiatan ini diluar kegiatan kantor, nah disitu bingung juga dan berdo'a ke Allah, mudah mudahan Allah berikan jalan kemudahan

malamnya teringat, pertama, Thariq hanya sendiri divisi Hidrologi, dan tenaga ahli di bidang air juga d luar kantor kegiatannya jadi kayak baa yo, kalau divisi lain, geoteknik, struktur, dll, itu ada senior engineer yang menuntun dan saling membantu d kantor dalam hal perencanaan apapun, sedangkan Thariq biasanya via telfon, WA, atau pergi ke kampus untuk berdiskusi, nahhh disitu muncul niat, bagaimana jika diniatkan pergi ke jawa tengah sebagai pengembangan ilmu Hidrologi, karena bisa sambil sharing dan diskusi bersama tenaga ahli membahas Hidrologi selama beberapa hari, dan kebetulan, asikk, MasyaAllah se gitu, Alhamdulillah pekerjaan kantor yang utama sudah selesai dan bisa mobile(kalaupun d luar kantor, bisa dikirim) gitu, bisa sambil jarak jauh juga kalau kerja, 

jadi misalnya pas d jawa, 

divisi kantor "thariq, tolong perbaiki ini, dan butuh peta topografi, dll

"siap bg, diproses dan sebentar lagi dikirim bg๐Ÿ˜€" dan insyaAllah thariq yakin bisa, dan akan Allah mudahkan

nah lanjut ke persiapan 5 hari sebelum ke jawa

jadi saat itu bapak tenaga ahli bertanya karena akan membeli tiket, mau berapa lama d jawa setelah selesai kita survey jembatan,

thariq : 2 hari saja pak,

tenaga ahli : yakin, ini bisa sambil jalan jalan,

Thariq : kalau begitu 4 hari saja pak(dalam hati, Alhamdulillah d tawarkan kebaikan.., auto diterima ๐Ÿ˜†)

tenaga ahli : sip, untuk tiket pulangnya pas mau pulang bapak pesankan.. apakah ngga papa lama di jawa?

Thariq : ngga papa pak, karena thariq jadikan izin penambahan ilmu hidrologi pak, 

tenaga ahli : jalan jalan di bilang nyari ilmu๐Ÿ˜‚

Thariq : iya pak, bonus niatnya itu pak, ada tambahan niat pak๐Ÿ˜€

Tenaga ahli : dan yang penting banyak jalan-jalan.. ke palembang saja sudah sering, saya malah belum pernah..

Thariq : Alhamdulillah pak, senang pula bisa jalan jalan dan nambah ilmu pak, karena bareng bapak pak๐Ÿ˜€

Tenaga ahli : berarti gak nyesal masuk PIR (Perencanaan Irigasi dan Rawa) ya...

Thariq : sangat bersyukur pak, dan ingin thariq bantu adik adik dari apa yang dimiliki pak, seperti apa yang bapak harapkan untuk pir pak๐Ÿ˜€

Tenaga ahli : ๐Ÿ˜€ saya cari dulu tiket untuk tanggal 18 ya, dan jangan lupa dibilang ke kantor

Thariq : baik pak, besok rencananya thariq minta izin atau hari jum'at pak,..


12 maret 2021

saat itu dikabari tenaga ahli

tenaga Ahli : Thariq, pesawat  ini batal terbang, kita ganti pesawat lain ya,

thariq : baik pak..

 dan sempat terpikir juga, padahal diri ini biasa biasa saja, kok bisa diajak pergi untuk lanjut kegiatan survey ke jembatan bersama tenaga ahli air, artinya, mungkin ini bisa jadi karena do'a orangtua kita, karena, jujur  kita banyak kekurangan dalam diri kita, dan yang penting kita berusaha saja, kadang juga tidak terpikir ingin ke jawa tengah, brebes, nan jauh ya Allah, namun itulah hidup, ketika kita memahami jika memang itu yang terbaik dari pilihan hidup yang Allah berikan untuk kita, maka bismillah, karena Allah, mudah mudahan Allah mudahkan, juga niat kita sebagai penambahan ilmu hidrologi bersama tenaga ahli bisa dipelajari dan banyak bertanya dan sharing agar ilmu terus bertambah, dan jujur juga, dulu pas proyek tol, ondeh ya Allah, alah bisa ko ma, alah lengkap ilmu raso e ma, ehhh kiro e ya Allah, pas d kantor ada proyek jembatan di palembang, artinya, selalu ada hal baru yang dipelajari, dan semakin memahami juga, ilmu itu tidak ada habisnya dan semakin dipelajari, semakin sadar ilmu kita sangatlah sedikit, dan sadar juga, bahwa semua itu milik Allah, juga Ilmu itu Allah titipkan kepada kita agar bermanfaat baik dari segi dunia maupun akhirat, jadi teringat bahwa semua itu juga akan dipertanggungjawabkan dari apa yang Alah berikan nikmatnya kepada kita,...

tenaga ahli : ke email sudah dikirim,  tiketnya dan untuk mendapatkan tes antigen gratis

Thariq : baik pak, terima kasih pak..

12 - 03 - 2021

saat itu siang hari di kantor thariq sudah mengurus surat izin untuk pergi ke jawa tengah, dan Alhamdulillah diperbolehkan kantor, dengan syarat harus membawa modul/semacam laporan yang berisi ilmu apa saja yang didapat di sana,... dan saat itu diberitahukan ke bapak dan dikirim suratnya dan bapak bilang mantaapp.., alhamdulillah, dan mengabari bahwa besok 13 maret keberangkatan ke jakarta, dan akan dijemput supir tenaga ahli,

nah, kan siang tu, jadi karena sudah dapat izin dari kantor dan alhamdulillah pekerjaan sudah selesai yang utama, misalnya pemodelan jembatan, perhitungan MAB jembatan, Underpass sudah ok sesuai kebutuhan rapat, namun ada kabar kabar ada proyek aceh, jadi harus standbye untuk membantu team drafter karena itu memerlukan pemetaan kontur untuk perencanaan jembatan. namun ngga masalah, karena yakin ,InsyaAllah  dimudahkan Allah,..

jadi siang itu ada beberapa jembatan di aceh yang perlu dicek kontur untuk tahap awal perencanaan jembatan, namun sesuai kebutuhan sudah selesai 2 buah pemetaan kontur menggunakan demnas, sungai dll untuk persiapan pengecekan perencanaan awal dan pergi untuk tes rapid antigen


nah saat pergi tes rapid antigen, karena pertama kali, jadi agak degdegan, pas di lokasi, katanya harus dapat kode voucher di hotel tertentu, maksudnya ada agen pesawat kantornnya dekat hotel gitu, lah pai lo ka sinan, dan super degdegan, soalnya hari sudah jam setengah 4 karena tempat tes rapid antigen tutup jam 4 katanya di situs, dan alhamdulillah dapat kode voucher lalu pergi ke ulakkarang, dan ketemu tenaga ahli lagi ngantri, 

Thariq : eh pak, 

Tenaga ahli : yup (dengan santai)

thariq : bapak sudah dapat kode voucer pak?

tenaga ahli : belum, tapi daftarkan dulu ke sana tempat antrian ktp, baru nanti dipanggil

thariq : berarti ngga perlu ke dekat hotel ke agent untuk mendapatkan kode ya pak,
tenaga ahli : sepertinya tidak perlu
thariq๐Ÿ˜…: alah bulak balik tadi untuk mendapatkan voucer kode gratis, kironyo pas sobok samo pak tenaga ahli  ndak perlu dan bisa melalui situs resmi pesawat ๐Ÿ˜…, (dalam hati), namun tetap alhamdulillah karena sudah berusaha, dan sudah dapat kode voucer melalui situs resminya pesawat yang sebenarnya bisa didapatkan tanpa perlu pergi ke kantor agent pesawat, o ya sebagai catatan saat itu karena saat pemesanan tiket, itu sudah termasuk gratis tes rapid antigen untuk cek corona, namun jika untuk umum tes antigen 150 ribu 

dan saat pas pemanggilan nama, dicek kode pesawat dan kode gratis melalui situs dandiperlihatkan kode kita setelah mencek status gratis tes idnya ok, begitu juga tenaga ahli, dan pas momemt tu, soalnya pas tibo tenaga ahli lah duluan antri dan dipanggil, namun pas saat tes antigen bapak itu mempersilahkan thariq untuk melakukan tes duluan,

saat tes, karena ini pertama kali  jadi disuruh duduk di kursi dan deg degan karena berarti jika hasilnya positif maka tidak jadi pergi dan diisolasi, dan saat dites, dokternya atau staffnya (kurang tau) mengambil lidi atau apo lah tu yo, tipis dan diujungnya ada kayak kapas๐Ÿ˜…, dan dimasukkan ke lubang hidung bagian kanan dan dimasukkan sedikit lalu saat ditarik(saat itu kondisi harus tenanng karena khwatir kenapa napa jika panik, untungnya tenang), setelah ditarik alat kecil itu, otomatis keluar air mata dan tenaga ahli merespon

tenaga ahli : ha, hidung yang dicek, aia mato nan kalua๐Ÿ˜…(sambil tertawa bercanda)

thariq : eh iyo yo pak, memang gitu pak ๐Ÿ˜…?

sudah tu di lap aia mato tu, dibilang sedih indak pulo do, terharu ndak lo do, tapi aia mato kalua pas tes antigen,hmm ๐Ÿ˜… dah lah,, alhamdulillah 

dan saat itu giliran tenaga ahli pas pulo kalua aia mato apak tu,๐Ÿ˜…, tu ndak mungkin digalak an do, sagan lah thariq nyo, cuma akhir e apak tu galak jadi e๐Ÿ˜…, tu galak basamo jadi e๐Ÿ˜…

dan saat menunggu hasil di bangku, alah super deg degan, lai sehat tu, lai aman tu, terserah se lah ya Allah , yang terbaik menurut Allah se, dan...

jengg, asli bersyukur alhamdulillah hasil negatif, dan alhamdulillah tenaga ahlipun negatif, dan keluar suratnya dan di stempel,

dan pamit terima kasih ke tenaga ahli dan siap siap untuk besok dan menuju kantor,.. dan menyampaikan bahwa hasil tes negatif dan aman,.. lalu pulang dari kantor ke rumah. dan malamnya sudah dipesankan tiket pulang oleh bapak tanggal 18 03 2021

13 - 03 - 2021

Paginya, bangun shubuh, shalat, siap siap, minta do'a ke orangtua agar mudah mudahan berjalan lancar, dan jam 06:30 sudah dikontak supir tenaga ahli, dan tiba di depan rumah jam 9 an, karena check in pesawat jam 11, dan pas masuk mobil apak ko, ya Allah, urang mode awak nan dijapuik, baa kok, =.= bersama tenaga ahli, dan pai survey, MasyaAllah, iko pasti dek do'a orang tua, maka mari sesuaikan ritme dan belajar berkomunikasi, karena ini pertama kali juga pergi bersama tenaga ahli untuk mensurvey ke jawa dan belajar dari awal cara berkomunikasi dengan bapak, ya sebagaimana pribadi kita menghormati siapapun, begitu juga tenaga ahli, dan belajar berkomunikasi , ngobrol sampai tiba di bandara

di bandara, turun dari mobil, masuk ke ruang antri dan memberikan surat bahwasanya negatif corona, dan masuk ke dalam, dicek semua barang, lanjut ke pengambilan nomor bangku, bagasi, dan menunggu di ruangan tunggu jam 10:40 bersama tenaga ahli, dan pas moment itu, masih sempat pulo mempersiapkan bahan diskusi gambar proyek lain yang mana perlu dicek pemodelan jembatannya, asli greget pulo rasonyo, MasyaAllah se, bisa belajar dari apa apa yang kurang bersama tenaga ahli, dan keren e, laptop apak ko bisa diputa puta, diputar, di balikkan, kayak pro ,๐Ÿ˜… dan dilukis pakai tangan kadang pena, dan seperti semula


sampai persiapan naik pesawat, MasyaAllah

dan saat mau naik pesawat, teringat, jika apapun yang terjadi, kita sudah memberikan yang terbaik dari waktu yang Allah berikan,.. karena-Nya, jika memang masih hidup nantinya semoga Allah berikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri, dan terus beristigfar dalam hati, sambil melihat jendela, ya, kita hanya bisa berikhtiar dari apa apa yang sudah Allah berikan jalannya, jika memang ini kebaikan dan menambah ilmu, dan menyadarkan juga bahwa hidup adalah perjalanan, dan semua akan ditinggalkan, maka mari berserah diri ke pada Allah dengan Berdo'a, berikhtiar.. bismillah, dengan menarik nafas sejenak agak dalam dan melepaskan perlahan, belajar terus membiasakan sambil berdzikir dalam hati atau diucapkan secara lisan.


 setelah sampai di bandara Soekarno Hatta jam 2 an sambil menunggu barang bagasi, kironyo apak kelaparan,๐Ÿ˜…dan mencari tempat makan, ya Allah itu ditraktir apak, dan bersyukur se, kayak bergaya paham pulo sabalum e,hmmm thariq pesan ini pak, ๐Ÿ˜… dan setelah selesai makan,. kami mencari tempat untuk shalat juga agar bisa di jama' karena setelah  dari bandara ini lansung ke bandung, jadi naik bus...

setelah selesai shalat, pas siap siap masang sepatu, nampak ada kakak kakak bekerja sebagai cleaning service, artinya sebegitunya orang itu mencari uang, sampai perempuanpun mencari uang juga, dan hidup itu memang harus disyukuri dan mendo'akan semoga setiap kita dalam bekerja insyaAllah berkah atas apa yang sudah diperjuangkan karena-Nya..., kenapa dido'akan, karena dulu pernah teringat, kayak seperti ada pengigngat dalam diri, ketika melihat sesuatu muncul video atau ceramah yang dulu sering dinonton/dengar, itu teringat pesan pesan kebaikannya...dan jika kita mendo'akan orang orang dalam kebaikan, maka malaikatpun akan mendo'akan seperti do'a kebaikan yang kita do'akan kepada orang tersebut, kira kira seperti itulah inti ceramahnya...jugaa, dan bukan sebatas dulu mencari video bermanfaat atau ceramah dll, namun usahakan agar mendapat manfaat dari apa yang dilihat dimedia sosial, bertemu orang orang yang kebaikannya bisa kita tiru dll... sampai akhir hayat

nah, setelah tu ma, tenaga ahli menyarankan untuk mencari tiket bus, dan dapat tiket jam 3 dan menunggu sampai jam 4 baru bisa berangkat ke bandung dengan bus Prima jasa

setelah jam 4 menuju locket melihatkan ticket dan mencari bus yang sesuai di tiket, nah untung ndak salah naik bus ๐Ÿ˜…, pas naik bus, lansung melihatkan  tiket dan saat duduk, jadi karena kondisi pandemi juga, jadi kursi yang biasa sisi kiri 2 kursi 2 orang, kanan 2 sisi 2 orang, nah, jadi sisi kanan 1 orang  sisi kiri satu orang, jadi bangku yang kosong yang diberi tanda silang jadi bisa diletakkan tas, eh sero lo jadi lain lain lapang ๐Ÿ˜…

dan bus jalan,.. masyaAllah lah lamo ndak naik bus, dan memang beda naik bus sama naik mobil, soalnya lebih terasa nyaman, dan alhamdulillah,.. jam 4 berangkat ke bandung

di perjalanan tu sempat takana, sambil melihat pemandangan dari jendela dan berdo'a "Ya Allah semoga disetiap nikmat yang engkau berikan kepada diri ini, semoga Orangtua juga mendapatkan hal yang sama atau lebih baik ya Allah,.." atau " semoga disetiap nikmat yang kita dapatkan & rasakan, bisa jadi dari do'a orangtua atau do'a dari orang orang baik kepada kita/karena kebaikan yang pernah kita lakukan, eh langsung takana, kebaikan kita masih sedikit betul dan tidak perlu diingat, yang penting tetap berikan yang terbaik diniatkan karena Allah, dan semoga Allah balas juga kebaikan mereka dari yang Allah berikan kepada kita",

4.5 jam perjalanan menuju bandung dan sampai jam 8:29, batununggal, pesan mobil dan menuju hotel yang sudah di pesan untuk istirahat. itu yo lain greget carito e

jadi hotelnya sudah berumur, lah gaek gitu ha, pas masuk mode suasana tradisional, ya mode tradisional walaupun bertingkat..

setelah tenaga ahli memesan dengan kunci kamar, di lantai 3 kalau ngga salah,..,sepi bukan main, langang =.=, dan pas tibo di muko pintu, dimasukkan kartu ndak bisa, soalnya dulu pernah di hotel grand zuri yang tibanya mungkin teknologinya sudah baru, jadi ditempel saja kartu lansung terbuka dan lampu lansung hidup..

ha.. tibo pas di hotel iko, alah berbagai caro, sampai akhir e di masukkan kartu saketek, baru berbunyi, dann...... disuruh tenaga ahli untuk masuk duluan,, dan thariq baca bismillah, Assalamu'alaikum..., setau thariq kalau masuk ruangan itu harus baca salam, agar penghuni atau jin yang tinggal disana pergi dari ruangan tersebut dan menjauh dll.. wallahu'alam...

 ondeh ya Allah... lalu, Astagfirullah, indak lo hiduik lampu, alah kalam kalam mancari baa ndak hiduik lampu e menurut bapak pak?,, lai ndak rusak lampu e pak?hmm,. kalau lampu kamar mandi bisa hiduik, kalau lampu kamar mati, ngeri juo ko ma =.=, dan setelah tenaga ahli mencari dan menyebut, berarti ini hotel tahun 1990 an soalnya semuannya manual, tombol lampu kamar berada di tengah antara 2 kasur yang terpisah,.. =.=

setelah itu mencari makanan, siap siap, dan turun ke bawah, ke luar cari makan, makan pecel ayam,  karena itu yang ada dan bisa mengisi perut, setelah itu ke hotel dan melanjutkan shalat jama' ta'hir dan istirahat, besok paginya, ada beda jadwal dengan tenaga ahli, jadi tenaga ahli ini tenaga ahli hidrologi, jadi setelah pergi survey tenaga ahli hidrologi dan jembatan, artinya thariq dan tenaga ahli hidrologi akan dijemput supir tenaga ahli jembatan dan diantar ke rumah tenaga ahli jembatan dan ganti mobil lalu dari bandung ke jawa tengah brebes, linggapura, nantinya setelah selesai agenda survey, tenaga ahli hidrologi akan melanjutkan perjalanan dari lingga pura ke semarang karena ada agenda lain, dan setelah agenda survey jembatan, thariq dan tenaga ahli jembatan, kembali ke bandung, tenaga ahli jembatan ke rumahnya, dan thariq ke hotel, tanpa tenaga ahli jembatan dan supirnya, thariq tidur sendiri di hotel, ondeh lain greget dalam pikiran, tapi beko se lah dipikian gitu kan.. jalani saja dulu dengan bismillah

15-03-2021

paginya jam 06:00 dijemput supir, dan pergi ke rumah tenaga ahli jembatan, jadi sekarang thariq dan tenaga ahli menjadi team hidrologi, jadi ada 1 tenaga ahli ya kan, akan pergi bareng nantinya dengan tenaga ahli jembatan,  pergi bareng ke linggapura bersama dalam 1 mobil,,.. setelah itu tiba dirumah ibuk ahli jembatan, jadi ibuk ahli jembatan ini juga ahli di bidang geoteknik, ganti mobil innova dengan toyota Hi Ace, dan melanjutkan perjalanan,

dalam pikiran terpikir, jadi dulu itu umi pernah ke pekanbaru naik mobil toyota Hi Ace, jadi kata umi seperti di kasur, kursinya nyaman, tidur nyenyak sampai ke pekanbaru๐Ÿ˜…, dan mungkin, dalam pikiran,, mungkin karena do'a umi, dari nikmat hidup yang didapat dulu saat naik mobil ini juga ingin anaknnya mendapatkan seperti apa apa yang umi rasakan dulu,.. MasyaAllah, semoga Orangtua kita selalu dalam kebaikan... dan perlindungan-Nya

 dan melanjutkan perjalanan ke jawa tengah, selama 7 jam di perjalanan, sampai dekat jam setengah 1 dan makan sate di cabang bumiayu di sana ketemu tim tenaga ahli jembatan, konsultan KAI,  struktur, geoteknik, hidrologi, dalam hati, masyaAllah bisa pulo berada diantara orang orang luarbiasa mode iko, insyaAllah bisa pulo lah mode iko suatu saat menjadi orang yang bermanfaat dan berkah apa yang direncanakan bisa menjadi karya, menjadi pahala jariyah juga dan bisa disampaikan ke anak anak nantinya guna menjadi pelajaran manfaat/ motivasi, artinya, seperti ini perjuangan abi dulu nak, mudah mudahan anak juga bermanfaat kedepannya, sukses dunia akhirat.. bukan cuma mencapai dunia, namun diniatkan juga untuk akhirat...

jadi waktu itu setelah makan sate lansung team hidrologi jama' shalat agar nanti mana tau pekerjaan survey lama dan sulit untuk shalat, jadi dijama' sampai ashar, dan kembali ke meja makan, saat itu semua team menunggu team hidrologi dan melanjutkan perjalanan, dan MasyaAllahnya, saat dalam perjalanan, mobil berhenti di mesjid, dan semua team kecuali team hidrologi(karena sudah duluan menjamak shalat di tempat sate tadi, lalu semua team lain pergi ke mesjid untuk shalat dhuzur dan menjamaknya sampai ashar dan tinggal team hidrologi d dalam mobil, artinya, MasyaAllah, Allah mempertemukan dengan lingkungan yang baik, orang orang baik, bukan cuma sebatas untuk urusan dunia, namun urusan akhirat, shalat tidak ditinggalkan.. MasyaAllah... dan sembari menunggu team lain selesai shalat dan menuju mobil, thariq diskusi dengan tenaga ahli hidrologi membahas persiapan perencanaan pengaman gerusan terhadap hilir jembatan, karena Groundsill di hilir jembatan hancur karena bencana alam, sehingga pada bagian hulu jembatan tergerus dan membuat  1 jembatan roboh, kira kira seperti ini diskusinya, bapak itu melipat laptop dan melukis dengan cool, foto d bawah adalah dokumentasi yang akan dijadikan catatan ketika selesai agenda akan dijadikan referensi perencanaan dari bapaknya

berikut kondisi jembatannya
berikut foto di atas adalah kondisi ketika akibat terjadi bencana alam banjir.

nah setelah selesai diskusi dengan tenaga ahli hidrologi, dan team lain sudah selesai shalat dan kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke lokasi jembatan untuk ditinjau bersama semua team dan mendiskusikan terkait penanganan sungai, 1 jembatan yang perlu direncanakan kembali, apa yang harus ditindaklanjuti dalam merencanakan jembatan dan penanganan dari dampak bencana alam tersebut seperti gambar di atas..


saat di lokasi, bersama semua team, team hidrologi, geoteknik, struktur, Konsultan KAI, dll berkumpul d bawah jembatan, mencek dan kembali ke atas jembatan dan menjelaskan, mendiskusikan, mencari solusi terhadap kondisi jembatan dan apa apa yang harus dipersiapkan dalam perencanaan... 

karena thariq bidang hidrologi, jadi bertanya ke warga, berapa tinggi banjir yang pernah terjadi, karena nantinya tinggi banjir versi warga akan di analisa dengan hitungan hidrologi, seberapa mendekati hasil hitungan hidrologi secara teoritis terhadap tinggi banji versi warga, lalu dilakukan perencanaan pemodelan jembatan dengan tinggi banjir dan dilanjutkan analisa berikutnya dll

dan MasyaAllah, belajar bagaimana para tenaga ahli dalam berdiskusi, ketenangan, cara memahami, bahasa singkat, jelas dan mudah dipahami menjadi pelajaran berharga dalam pengembangan diri kedepannya,.. misal

Tenaga ahli jembatan (geoteknik) : ini bagaimana sebaiknya pak, untuk pilecap yang sudah tergerus pak,

Tenaga ahli Hidrologi : jika sudah seperti ini, bisa dilakukan perencanaan groundsill pada hilir jembatan agar tidak terjadi gerusan pada pilecap jembatan, dan mengembalikan dasar sungai yang tergerus

Tenaga ahli jembatan (geoteknik) : berarti nanti dasar sungai yang sudah tergerus akan kembali ke kondisi semula dan pilecap jembatan rencana pada elevasi dibawah dasar sungai agar aman dari gerusan..

Tenaga ahli Hidrologi : benar buk, juga diperlukan pengamanan terhadap pilar dan pengamanan tebing sungai yang sudah tergerus

Konsultan KAI : iya pak, dan kami juga sudah mengantisipasi dengan sheetpile sebagai penanganan pertama pada pilecap jembatan agar aman dari gerusan..dll

dll, pokok e MasyaAllah se, seperti diskusi yang menghasilkan keputusan yang bagus dalam merencanakan, mengatasi masalah sesuai kondisi lapangan dan estimasi waktu yang bisa diperkirakan, dll, MasyaAllah.., sambill baraja bergaya bapaham, walaupun ndak perlu dibuek buek tapi, belajar tenang seperti para ahli, ๐Ÿ˜…dan diskusi dengan kondisi yang seru, hasil keputusan dapat, bisa foto sejenak, dan eh sempat pulo ado kereta ka lewat d jembatan ciek lai yg masih bisa dilewati kereta api, dan bafoto, MasyaAllah..., semoga foto ini bermanfaat untuk orangtua, kalau terlalu dishare bisa menjadi ain, jadi disesuaikan saja, kalaupun dipost, berisi caption manfaat yang mudah mudahan bermanfaat dan ndak bara lamo setelah dipost dihapus karena ndak sanggup membalas pesan coment๐Ÿ˜…..


setelah selesai di lapangan lanjut ke mesh atau ruangan diskusi yang lebih sejuk, ada kue, air putih, dll, membahas hasil diskusi, waktu, dll

dan setelah selesai dari mesh, pamit, dan saat kembali ke mobil, tenaga ahli hidrologi bersama konsultan KAI akan melanjutkan perjalanan ke semarang, artinya akan beda mobil, dan thariq akan kembali ke bandung bersama tenaga ahli jembatan bersama anggota ibuknya, dan gregetnya belajar berkomunikasi dengan orang yang belum pernah kita temui, selama ini mungkin via online, tpi pertama kali via offline, dan itu sangat berkesan, belajar bicara seadanya tanpa dibuat buat, belajar berdiskusi dan selama perjalanan pulang ke bandung sempat berhenti di peristirahatan tol untuk makan, dibuek bapaham bana wajah atau gaya ndak lo mungkin, ๐Ÿ˜…, jadi tampil seadanya sebagaimana pribadi yang sudah dibentuk dulunya, kalaupun terasa ada yang salah, lansung diperbaiki, dan ngobrol dengan anggota ibuknya, ibuknya sangat berkharisma, keren se, mungkin dek tenaga ahli, pengalaman banyak, jadi berwibawa๐Ÿ˜…, jadi ngobrol seadanya dengan anggota ibuknya sambil makan, asikkk, masyaAllah se, setelah istirahat makan selesai, dilanjutkan perjalanan ke bandung dari linggapura ke bandung melalui jalan tol, 

perjalanan memakan waktu 7 jam an sampai di rumah ibuk tenaga ahli jam 10:30 malam,

Terpikir, sedangkan lewat tol saja itu sudah 7 jam an ke bandung dari jawa tengah, apalagi lewat jalur selain tol, akan berbeda waktunya dan diantar pulang oleh anggotanya(teamnya) ke hotel, yang artinya thariq sorang nan ka lalok di hotel,, ngerriiiiii๐Ÿ˜…

nahh, ๐Ÿ˜… pas di hotel, pertama, kartu dan kunci hotel sudah dititip tenaga ahli hidrologi yang artinya masih ada 1 malam d hotel untuk istirahat,dann.. karena nampak antrian rami di lobby, jadi yakin saja, tanpa ke lobby untuk registrasi, insyaAllah pintu kamar bisa dibuka,.. dan lansung saja meninggalkan lobby tanpa menunggu dan naik lif, itu lah mulai langang tu ma suasana e, naik lift sorang..

dan..

tiba di lantai 3, super sepi,, hening, alhamdulillah dengan berdzikir hati menjadi tenang walaupun rasa deg  degan tetap ada, karena lorongnya panjang, jadi kayak ada yang melihat atau sesuatu, tapi itu hanya perasaan dan setelah dilihat memang tidak ada, dan pasti setan tu manggaduh pikiran se, mangkonyo ,untung ada dzikir dan do'a, A'udzubillahhiminassyaitanirrajiimm,.. ibaratnya dalam terjemahan artinya, "aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk" atau ada istilah rajim, di panah api oleh malaikat terhadap setan yang mengganggu kita di dunia ghaib, wallahu'alam, dan saat itu benar benar diuji saat jalan menuju kamar hotel yang jauh dujung lorong.. dcalik ke belakang ndak ado do,..ngerrriii

pas tibo di muko pintu kamar, dimasukkan kartu ko ndak tabukak bukak pintu e, nan sisi kanan lorong nan panjang serasa ada sesuatu...di calik ndak ado tapi kayak ado sesuatu... tetap berdzikir ya Allah, ngerrriii.... dan alah bara kali digeser, dimasukkan indak lo tabukak pintu, alah kalua karingek dingin, ondeh, baa ko ya Allah... ngerrii..dan bismillah se, membalikkan badan, dan kembali ke lift dengan melewati lorong panjang ke lift posisi di tengah, artinya dari ujung lorong ke tengah,..  kayak huru T gitu, setelah dekat lift, pas melihat ke kaca dekat lift, dikira penampakan,...ngerrii

pas di calik...

kironyo wajah sorang ๐Ÿ˜…, ngerri ngeri sedap, alhamdulillah dan hati tetap tenang dan masuk lift, turun ke bawah dan ke lobby, ternyata memang harus ke lobby dulu, walaupun memesan 2 malam harus tetap registrasi ulang,..

nah.. setelah registrasi, balik lo ka kondisi greget balik,..

sorang se ka lift dan ka ateh, soal e langang bana lobby dan pas ka ateh sorang se, sunyi,.. nyo hotel alah gaek pulo kan,.. tau lah kalau rumah atau ruangan yang sudah lama tidak ada penghuni biasanya memang ada jin yang mengisi atau menunggu dan lain lain

pas tiba di lantai 3,. suasana hening, suara tapak sepatu se nan tadanga,.. bismillah dan yakin se, ayat kursi, ta'awudz, dzikir dalam hati sampai tibo di muko pintu kamar dan ndak mancalik ka balakang,.. dan pas di masukkan kartu lansung terbuka dan....

alhamdulillah terakhir sebelum pergi, lampu dihidupkan dan saat kembali dari jawa tengah, lampu masih hidup,.. dan alhamdulillah lai ndak ado penampakan atau yang mengejutkan,.... dan dikunci pintu, mandi, shalat sendiri, dan alhamdulillah karena sudah diruangan kamar lai tenang juo soal e pintu takunci dan alhaaaamdulillah bana ndak ado bunyi yang mencurigakan, karena setiap membaca ayat kursi dan do'a do'a alhamdulillah Allah buat hati menjadi tenang dan kembali ke kondisi semula, dan selesaikan shalat jama' ta'hir dan istirahat, dapat kabar juga sebelum tidur bahwa ada peta topografi aceh harus dicek dan dikirimkan, karena lelah dan sudah letih,. tertidur, dan..alhamdulillah selamat dari gangguan setan...

paginya, bangun pagi, ngga ada sesuatu penampakan atau yang mengejutkan, semua seperti kondisi biasa dan alhamdulilah Allah jaga,,.. dilanjutkan shalat, ibadah lainnya.. dan melanjutkan membuat peta topografi aceh, dan alhamdulillah selesai berkat Allah, do'a orangtua, memang agak deg degan mengerjakan ,namun setelah berusaha, alhamdulillah Allah mudahkan, dibuat mengalir saja artinya selesai dengan baik dan dikirimkan ke team kantor yang di padang...dannn.. siap siap membawa semua perlengkapan, snack dll, karena sudah siang juga, jadi ngga sengeri malam sendirian di hotel๐Ÿ˜…

16-03-2021

dilanjutkan siap siap perjalanan ke mesjid bandung tempat Aa'gym, karena 2 hari lagi akan balik ke jakarta dan harus tes rapid antigen 1 hari sebelum keberangkatan, dan menjalin silaturahmi dengan adik adik yang sekarang sudah jadi alumni dan bekerja di mesjid Daarut Tauhid, tempat Aa'gym istilahnya..

dikasikan kunci dan kartu ke lobby, dan mengabari adik adik bahwasanya akan tiba dan mereka siap untuk menunggu,.memesan grab dan menuju ke sana 


setelah sampai, orang mau azan, dan tadanga ado nan ma imbau pas berwudhu, dan, ternyata ada junior yang memanggil, junior 1, dia ada 3 junior, junior 1 menyapa dan membantu memindahkan tas, dan siap siap ke lantai atas untuk shalat, dan eh iqamat, MasyaAllah ๐Ÿ˜…nampak junior 2, bisa iqamat adzan, di tampek lain, padahal urang sumbar, masyaAllah, maksudnya, ada yang berharga dalam perjuangannya sehingga bisa iqmat di mesjid Daarut Tauhid AA'gym


dan sedihnya, shalat masih berjarak,. karena pandemi waktu itu,.., setelah selesai shalat,  sudah 2 junior ketemu, dan masyaAllahnya begitu ukhuwah itu, terasa tetap hidup di dalam hati, karena saudara seiman, dulu dikampus juga saling mengingatkan akan kebaikan, berdakwah, agenda bermanfaat lainnya, sampai akhirnya ketemu junior ke 3 dan cerita perjalanan dll,..MasyaAllah,.. ndak takao sado ka dicaritoan, tpi pada intinya, ukhuwah itu penting dalam menjaga silaturahmi,.. menambah keimanan karena melihat orang yang ta'at itu membuat iman kita bertambah, semangat iman bertambah, dan terus belajar memperbaiki diri dan saling sharing dari manfaat yang didapat dll,.. MasyaAllah..

sampai akhirnya junior ke 3 pergi karena ada kerja, dan tinggal 2 junior..dan sempat ingin membahas sesuatu ,.. masyaAllah..๐Ÿ˜…

dan alhamdulillah, masyaAllah mereka meluangkan waktunya demi saudaranya, demi thariq,...dan..

jadi bg ingin berdiskusi, sharing juga, setiap kita pasti memiliki perjalanan hidup yang berbeda, penempaan diri yang berbeda dan perjuangan, cara pandang yang berbeda dll,.. sehingga bg ingin menyampaikan ini..

junior 1 & 2 : apo tu bg, ( galak pulo e)๐Ÿ˜…

Thariq : jadi... bg inginn, jadi kayak tatahan di tenggorokan (sambil memegang tenggorokan dengan 2 tangan), agak payah disabuik ha๐Ÿ˜…, serius itu moment lawak waktu tu, deg degan,,. karena hal berbeda pembahasannya

junior 1 & 2 : apo tu bg, ( galak pulo e)๐Ÿ˜…, abang ko jan nangguang nanggung bg, bismillah bg

Thariq : jadi... bg inginn, jadi kayak tatahan di tenggorokan (sambil memegang tenggorokan dengan 2 tangan), agak payah disabuik ha๐Ÿ˜…, bismillah..๐Ÿ˜…, akhirnya tersampaikan..

junior 1 & 2 : keheranan sambil penasaran dan galak sangenek๐Ÿ˜…

Thariq : bang ingin menikah jadi bg meminta pendapat dan cara pandang, bg bukan membahas orang namun ada hal yang perlu didiskusikan,..๐Ÿ˜…

junior 1 & 2 : ohh, ๐Ÿ˜… dikiro, masyaAllah bg, bilo bg๐Ÿ˜…?

Thariq : beko perihal itu lu, bg ingin sharing dan meminta pendapat dari antum,..๐Ÿ˜…

junior 1 & 2 : dengan wajah penasaran...

Thariq : jadi,.. setiap kita pasti menjalani dari setiap kondisi yang berbeda beda dari yang Allah berikan, masa Sd, masa Smp/Mtsn,pesantren, masa SMK/SMA/MAN, kuliah, banyak kondisi yang perlu kita sesuaikan dari kondisi yang Allah berikan, dan harus terkendali semua itu sesuai ketentuan-Nya, karena Allah,..jadi bg ingin mencoba ikhtiar mencari jawaban tersebut, artinya ada hal hal yang perlu selalu kita pelajari dan kita persiapkan... misal,.. kita dulu d kuliah, kita memang menuntut ilmu juga, mendengar ceramah juga, mengambil manfaat dari apapun yang disaring dan didapat, baik itu ceramah secara tematik dan sistematis, kalau perihal islam, islam itu kan kaffah, namun kita mempelajarinya terutama dari yang dijalani kalau sudah dikuliah itukan sudah agak acak, random yang d dapat, yang penting apapun ilmu itu kita pelajari, pahami, dan amalkan,.. menyesuaikan kondisi apa yang terjadi saat itu, cara sabar, cara menjalani hidup, tujuan hidup, cara bersikap dalam agama islam, mengenal Allah, belajar berbakti kepada orangtua, belajar dari kisah kisah mereka yang bertaubat atas kesalahan mereka, mereka yang berjuang karena Allah,, bagaimana kita sebagai seorang anak kepada orangtua, abang abang, kakak kakak, bersaudara, kadar kadar kebaikan, menyikapi masalah hidup, belajar Alqur'an,..sahabat nabi,, Kisah Nabi dan Rasul,, shalat, sedekah, cara menjaga pandangan,.. dan banyak lagi itu dipelajari semuannya berangsur angsur ya kan.., dll, sehingga muncul pertanyaan dasar, dasar dari itu semua sebagai seorang muslim itu apa, apa sih apa yang harus dipersiapkan, karena ini bukan cuma soal pernikahankan,.. dan ilmu itu harus terus dipelajari sampai akhir hayat,... jadi dasar yang utama,..,. judul besarnya apa sebagai seorang muslim,... juga teringat seorang badui menemui Nabi Muhammad Shallallahualaihiwasallam, saat itu seorang badui bertanya, saya melaksanakan shalat, sedekah, berbuat baik dll, namun saya tidak haji, apakah itu sudah cukup agar saya bisa ke surga-Nya ya Rasululllah, dan Rasulullah menjawab," iya, itu cukup bagimu...", nah bagimuuu kan.. itu lupa ana kisahnya bagaimana, wallahu'alam, kalau salah bg tolong dikoreksi, 

ada juga seperti ini..

ุนَู†ْ ุฌَุงุจِุฑِ ุจْู†ِ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฃَู†ْุตَุงุฑِูŠ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง : ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ุงً ุณَุฃَู„َ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ : ุฃَุฑَุฃَูŠْุชَ ุฅِุฐَุง ุตَู„َّูŠْุชُ ุงْู„ู…َูƒْุชُูˆْุจَุงุชِ، ูˆَุตُู…ْุชُ ุฑَู…َุถَุงู†َ، ูˆَุฃَุญْู„َู„ْุชُ ุงู„ْุญَู„ุงَู„َ، ูˆَุญَุฑَّู…ْุช ุงู„ْุญَุฑَุงู…َ، ูˆَู„َู…ْ ุฃَุฒِุฏْ ุนَู„َู‰ ุฐَู„ِูƒَ ุดَูŠْุฆุงً، ุฃَุฃَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ؟ ู‚َุงู„َ : ู†َุนَู…ْ .

Dari Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiyallahu ‘anhuma, bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah dengan berkata, “Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikit pun, apakah saya akan masuk surga?” Beliau menjawab, Ya.” (HR. Muslim).

 berarti ada banyak hal yang perlu kita pelajari sebagai seorang muslim, apa saja point utamanya gitu akh,..jadi kira kira seperti itu... bagaimana menurut antum, beko perihal itu dih, pembahasan pernikahan๐Ÿ˜…

junior 1 : MasyaAllah bg, kalau menurut ana itu ilmu Fiqih bg, Tauhid bg,..

junior 2 : menurut ana, memang benar bg, (saat itu dia mencoba mengingat dan menyampaikan satu persatu sampai nomor 5) dan semua itu ada judul/point utamanya seperti ini bg 

sebagai seorang muslim wajib mempelajari dalam buku "Adabul 'Alim wal Muta'allim" (Butiran-Butiran Nasihat tentang Pentingnya Ilmu, Adab Mengajar dan Belajar, serta Bertakwa) 

1. Tauhid ( ma'rifatullah )

2. Persiapan sebelum kewajiban (Ilmu Fiqih ibadah wajib dan sunnah ) 

3. Ilmu Hati

4. Pernikahan

5. Mendidik anak

6.  Memahami halal haram (yang terakhir ini thariq tau setelah balik ke Sumbar dan dikabarinya)

itu yang ana tau bg, dll, dan buku yang thariq punya dengan judul yang sama, namun beda Setelah ditelusuri saat dibaca d Padang, yang artinya mungkin judul yang sama, namun karya penulisnya beda)

Thariq : syukran akh, kalau begitu bg coba pelajari lagi, dan diskusi dilain waktu via online atau offline,  nah bg nio carito stek terkait pernikahan.. jadi giko ha.. (MasyaAllah e ma, super deg degan dalam memahami e ๐Ÿ˜…)

jadi iko cara pandang bg dalam memahami menjaga niat apalagi terkait pernikahan, nah..

jadi bg mencoba memahami arti dari menjaga niat dengan menikah... dari apa yang dijaga selama ini dan memperbaiki diri dll, mudah mudahan bermanfaat akh, jadii, suatu saat baru akan mengerti arti dari menjaga niat itu dan sebegitu berharga niat itu ternyata dan manfaatnya, masyaAllah se pembahasan e, bismillah..

nah jadi, dulu itu ma, bg ndak lo takana untuk memikirkan pernikahan, bg tidak ada teringat wajah perempuan, artinya menjaga pandangan,  ya... kita bagaimana menjaga niat dalam melakukan kebaikan dan membatasinya sesuai kententuan-Nya terutama dalam menjaga pandangan dan setiap kita pasti melakukan apa yang kita bisa dalam dakwah versi terbaik kita dan saling mengingatkan

jadi bg dulu dkampus dll pernah mengetahui seseorang suka dengan bg, namun bg ngga ingin melukai  hatinya, artinya, ketika seeseorang berharap kepada manusia, maka buatlah dia berharap kepada Allah, artinya jika dia terlalu berharap kemanusia, Allah akan membuat dia dengan pengharapannya itu dan akan kecewa, makanya semua itu harus dijaga sesuai pandangan, artinya jika berharap karena Allah, apapun yang terjadi ngga akan ada masalah karena Allah pasti tau yang terbaik untuk kita, terkadang kita merasa dia sudah yang terbaik menurut kita, padahal menurut Allah itu tidak baik untuk kita, dan sungguh Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang berharap kepada-Nya, jadi kalaupun dia menikah dengan orang lain, maka hati tidak akan kecewa, karena Allah sangat tau yang terbaik untuk kita, kecuali kita menyalahgunakan, misal, sudah pernah pacaran, dan akhirnya dia menikah dengan yang lain,, ha itu yo agak barek ma, tapi apapun itu tetap jika berharap dan yakin dengan yang sudah Allah tetapkan di lauhul mahfudz, InsyaAllah hati tetap akan tenang dan menyesuaikan dengan apa yang terjadi dan damai dll..

dan sebagaimana demikian, bg diamkan saja orang menyukai bg di masa kuliah dll, karena dia tidak menjaga pandangannya dll, kalaupun dia menjaga pandangan, intinya semua tergantung bagaimana Allah mempertemukan dua Insan nantinya, yang semua sudah tertulis di lauhul mahfudz, dan  bg tetap menjaga lisan agar tidak menyakiti hati perempuan, artinya bg menjaga niat bg, sebagaimana bg, berusaha berbuat baik, membantu sebisa dengan cara ahsan, memperbaiki laptop pelanggan atau siapapun ya, niat bg sebatas melayani untuk memperbaiki laptop memberikan solusi yang terbaik, jika ada yang terlihat suka ke kita, maka kita batasi cara berinteraksi kepada dia dalam arti menjaga pandangan, dan tetap menjaga niat sesuai kebaikan kita karena Allah,... dan InsyaAllah perempuan itu akan mengerti sendiri karena sebaik pengharapan hanya kepada Allah... dan jika ketika menjaga niat, maka Allah tidak akan menumbuhkan rasa di dalam hati agar kemurnian cinta yang setelah akad nantinya akan tumbuh, bukan sebelum menikah, agar kemurnian cinta itu tetap terjaga karena Allah,..

juga ketika Allah tumbuhkan rasa nantinya ketika Allah membuat kita memahami dan kita sudah tertarik seseorang, maka, InsyaAllah akan Allah permudah ketika kita akan menikahinya, menemui orangtuanya, dan melamar anaknya...menikah itu bukan soal cepat, namun perihal bagaimana mempersiapkan diri sampai masa yang Allah tentukan, bertemu orang yang tepat dan sudah Allah tetapkan sebagai pendamping hidup kita dll,... panjang pembahasan iko ma,sipp.

namun,.. disaat kita ingin menikah dan kita menyadari sejauh itu sampai titik saat ini, ketika kita berusaha menjaga niat dalam kebaikan tanpa menyalahgunakannya atau ketika sempat salah, ya ketika kita salah,, lansung menyadari dan memperbaiki dan ketika kita seperti tidak nyaman hati, lansung istigfar, perbaiki diri  dan tidak mengulanginya lagi dan mengambil hikmahnya

dan menjaga niat itu memang berat, namun yakinlah insyaAllah Allah akan membantu dan memudahkan niat kita karena-Nya dan saat itu terasa, ketika perasaan ingin menikah itu Allah munculkan, wajah atau siapapun itu belum Allah munculkan dalam hati kita sehingga kita yakin nantinya pasti akan Allah pertemukan dengan Cara-Nya, MasyaAllah dan Skenario Allah itu memang selalu terbaik, maka..

Setiap Cerita Ada Alurnya,

Setiap kisah ada masanya, yang menjadi bagianmu adalah...

Memaksimalkan Ikhtiar, Do'a dan Tawakkal, dan Apa apa yang berada di luar kendalimu sudah menjadi kepastian-Nya...  ,

dan yakinlah do'a orangtua pasti menyertaimu dalam kebaikan dari apa yang mereka harapkan kepadamu,...apalagi ketika sudah membahas ingin menikah dan dibahas dengan orangtua,, MasyaAllah....

dan terkadang terpikir begini,.. " ketika kita tidak semuanya tau alur perjalanan orangtua kita, setiap kita pasti juga ada kesalahan/ dosa, dan ketika orangtua kita bertaubat/berdo'a kepada Allah, ada merasa harapan untuk perbaikan keluarganya, ada niat perbaikan dari diri, dan itu pasti ada Allah tumbuhkan, perasaan ingin orangtua agar ada perbaikan dari keluarganya, bisa kita rasakan sebagai anak ketika Orangtua mendidik kita, walaupun setelah sekian lama baru kita memahaminya, dan ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya karena Allah, dan berharap anaknya lebih baik dari apa yang ia usahakan dulunya, maka semua pengharapan itu menjadi do'a yang selalu menyertai anaknya, sebagai pengingat bagi anaknya, dalam hatinya Allah tumbuhkan kesadaran diri, dan setiap kita pasti memiliki kekurangan, juga orangtua kita, 

namun yang perlu kita syukuri itu yaitu, ketika kita masih ada orangtua, kita masih Allah berikan kesempatan untuk memberikan yang terbaik sebagai anak untuk berbakti kepada orangtua sampai ajal menjemput kita, dan kekurangan orangtua kita maklumi, begitupun diri kita sebagai anak, dan ketika pengharapan orang tua anaknya ingin lebih baik dari nya karena Allah, memperbaiki dari perjalanan hidup orangtua di masa lalu, maka akan Allah tumbuhkan perasaan perbaikan diri kepda diri setiap anak, dan memperbaikinya, memperbaiki diri menuju keluarga yang lebih baik kedepannya... khaira ummah...karena Allah... kalaupun orangtua sudah tidak ada atau berkurang, kita bisa berusaha menjadi anak Shaleh atau tibanya selalu mendo'akan orangtua kita, menjadikan kebaikan yang kita lakukan karena Allah dan berharap bisa meringankan beban orangtua saat dikubur dan d akhirat dll

setelah diskusi, karena mereka meluangkan waktu dari jam kerja, dan sudah jam makan, maka diskusi selesai dan lanjut pergi makan, eh kiro e tampek makan, urang awak kiro e...

dan saat itu setelah selesai makan, siap siap dan junior ke 2 ada agenda kerja dan hanya bisa sampai makan makan dan menunggu ana sampai pulang,

 diantar junior 1 untuk ke mesjid raya di bandung dan setelah itu shalat, dan pamit terima kasih, lalu  pesan bus ke bekasi, sebelum pesan bus mau singgah tempat dosen pembimbing saat TA dulu bapak tu elok bana, padahal, dulu pas TA, banyak musibah, sampai akhir musibahnya ibunya meninggal dan saat itu thariq dan teman membantu juga kebetulan kondisi memang sudah tinggal mengatur jadwal sidang, namun saat itu bapaknya yang kondisi ibunya meninggal dan malah bertanya ke thariq " eh(sambil berusaha senyum) gmn, kapan sidangnya???, dan saat itu sagan bana, mana mungkin pak, ngga pak, jangan bahas itu pak, asli elok bana apak tu, apapun kendala apak tu, mahasiswa e tetap dibantu e, sambia bimbingan via email dulu tu (waktu itu belum ada corona), nah, apolai saat ibu e meninggal dan bapak tu mengangkat keranda, nampak dari jauh saat bapak tu mengangkat keranda, d wajahnya, kayak teringat oleh bapak tu bagaimana ia di didik dari kecil, di rawat, diberi pendidikan, harapan orangtua kepadanya dll, sampai akhir dikuburkan ibunya oleh bapak itu dan keluarganya dan bapak itu terlihat bersyukur menjalani dan sudah memberikan yang terbaik untuk ibunya selama hidup ibunya, wajah sedihnya, air mata apak tu, InsyaAllah adalah air mata kasih sayang kepada ibunya,  semoga setiap kita bisa memberikan yang terbaik kepada Orangtua kita...

dan saat itu tidak jadi ke tempat bapak itu karena mau pergi dari bandung ke bekasi dengan bus, mencari jalan dan akhirnya pergi ke terminal lewipanjang karena disitu tempat banyak bus untuk ke daerah lain. dan karena agak terlambat dan sudah mepet, karena saat itu setelah dari mesjid raya bandung nan halaman e karpet hijau tu, hari alah sore bana, beko payah cari bus, tambah lo surang kan... dan akhirnya menyampaikan maaf ke bapak itu dan mudah mudahan bisa ketemu dengan bapak itu, sambil berterima kasih atas pendidikan dulunya, ilmu kuliahnya dan kebaikannya dll

dan saat itu dalam perjalanan di bus, naik bus prima jasa, saat itu sambil dalam pikiran, adalah flashback tertinggi artinya, memandang/mengingat masa lalu dari apa yang sudah dijalani dan mengambil hikmahnya.....  bukan berarti pemikir kayak stress atau semacamnya, namun hal itu terpikir secara perlahan sembari bernafas seperti biasa dan mencoba memahami,..

apa yang kurang, dan apa apa yang harus diperbaiki dan dipersiapkan dalam belajar ilmu ilmu tersebut dll. misal... bagaimana hubungan kita dengan orangtua kita, 

sudahkah kita berbakti, 

bagaimana dengan hafalan Alqur'an, sudahkah selalu diperbaiki?dipahami?diamalkan?

sudahkah kita memberikan yang terbaik, 

sudahkah kita selalu memberikan senyuman, bukan memberikan kesedihan, 

sudahkah kita memberikan haknya orangtua, misal, memeluknya & salam sebelum pergi kerja atau kuliah, sudahkah kita selalu mendo'akannya yang terkadang kita hanya mendo'akan diri kita, padahal orangtua itu selalu mendo'akan anaknya kepada Allah, sudahkah kita memberikan prestasi, setidaknya ketika kita tidak bisa memberikan dalam hal harta, namun mungkin yang bisa kita berikan atau perlihatkan adalah ketika kita berusaha untuk memperbaiki diri, berusaha menjadi anak shaleh,.. walaupun kita tidak begitu tau standar anak shaleh itu bagaimana, namun kita hanya bisa memberikan yang terbaik kepada orangtua kita, karena Allah, berbakti kepada orangtua karena Allah, biarlah Allah yang menilaii..

sudahkah kita mencoba memahami bagaimana orangtua memberikan pendidikan kepada kita, walalupun ada kekurangan namun itulah orangtua yang Allah berikan kepda kita dan harus kita syukuri dan berbakti kepadanya, mudah mudahan ketika kita berbakti kepada orangtua, insyaAllah anak anak penerus kita pun nantinya akan berbakti ke kita ketika kita juga sudah menjadi orangtua nantinya, 

sudahkah kita menyadari bahwa lisan kita harus menjaga adab kepada orangtua kita, ?

sudahkah kita memaksimalkan potensi kebaikan yang Allah berikan kepada kita untuk bisa beramal karena-Nya

sudahkah kita membawa oleh oleh atau sesuatu yang ia suka ketika di masa lalunya atau kesenangannya sehingga ketika kita membawanya orangtua kita tersenyum,... sudahkah....

sudahkah kita memberikan yang terbaik semua ini karena Allah,?

sudahkah kita selalu menjaga hubungan kita dengan saudara-saudari kita, sahabat kita, ?

sudahkah kita mencek kesalahan kita hari ini, lisan kita, cara kita bersikap, apakah murni, ?

sudahkah kita menghibur orangtua kita ketika dulu mereka sering menghibur kita sampai sekarang, ?

sudahkah kita, bersyukur dari setiap pemberian orangtua ke kita, 

Sudahkah kita menyadari kekurangan kita, dan berusaha memperbaikinya

sudahkah kita lebih memandang apa yang kita miliki daripada melihat apa yang orang miliki, yang artinya apakah kita sudah bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan, nikmat kesehatan, mata, iman, islam, hidayah, tangan masih bisa digerakkan dll.

sudahkah kita menilai lebih sering diri kita daripada teringat aib orang,

sudahkah kita memahami bagaimana Allah mengatur itu semua demi kebaikan kita

sudahkah kita  memahami bagaimana mereka yang menjalani hidup karena Allah..?

sudahkah kita menghindari kesalahan yang pernah terjadi

sudahkah kita selalu beristigfar dalam hati, atau berdizikir baik dalam keadaan senang atau sedih.

sudahkah mempersiapkan diri untuk menikah dll,.?

sudahkah mengingat apakah ada hutang dengan orang ?

sudahkah kita berikhtiar sebaik mungkin, karena-Nya?

sudahkah kita memahami cara setiap orangtua/orang lain/dalam islam mendidik anaknya, karena suatu saat kita juga akan mendidik anak kita,?

sudahkah kita lebih mengutamakan akhirat kita, ibadah kita daripada dunia yang ngga ada habisnya

sudahkah kita lebih banyak mengingat Allah daripada urusan dunia?

sudahkah kita memberikan hak kepada tubuh kita agar tubuh tidak sakit dll?

sudahkah kita mengatur kadar kita tertawa agar hati tidak mati, dan cara menyikapi setiap masalah, baik kondisi bahagia maupun sedih? dll?

sudahkah kita menyadari bahwa setan itu sungguh musuh yang nyata bagaimana dia itu membuat bisa setiap keluarga itu bermusuhan dan kacau, tipu daya setan itu lemah, namun berpengalaman dari zaman dulu, namun dan kita pasti yakin ketika kita berlindung kepada Allah, setan itu sungguh musuh yang lemah karena kita berusaha, ber'doa kepada Sang Pencipta agar dilindungi dari setan yang terkutuk, dan sungguh setan itu musuh yang nyata, tipuannya yang sama dari dulu, lemah namuh berbahaya jika dianggap remeh, memunculkan rasa benci, rasa iri hati, dengki, hasad, kejahatan dan penyakit keburukan lainnya dll, dan sungguh semua itu ketika kita yakin, berusaha dalam ibadah, kepada Allah dari apa yang dijanjikan-Nya dari ibadah yang sesuai dalillnya InsyaAllah tipu daya setan itu akan lemah dan tidak akan bisa mengganggu kita, dan mungkin disitulah beratnya istiqomah, namun akan terasa perjuangan yang bermakna mempertahannya karena Allah, dan niat yang berusaha untuk terus memperbaiki diri karena Allah, mengejar ampunan-Nya dari kesempatan hidup yang Allah berikan kepada kita sampai akhir hayat kita, sampai Allah mengambil milik-Nya, yang Dia Ciptakan dan akan meminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah kita lakukan semasa hidup kita, dan semoga kita bersyukur atas apa apa yang kita manfaatkan sebaik mungkin dalam beramal, menjadikan dunia sebagai persiapan bekal menuju akhirat dan semoga Allah hadiahi atas apa yang kita perjuangkan karena-Nya, bukan karena manusia, namun karena Allah, dan kita hanya berusaha sebaik mungkin, dan Allah yang menilai...

dan flashback yang teringat untuk intropeksi diri lainnya..

begitu juga hal menikah ini, jika Allah izinkan dalam takdir kita, maka alhamdulillah kita jalani karena-Nya, jika belum Allah izinkan, atau misalnya sudah sampai ajal kita, tetap alhamdulillah karena sudah memberikan yang terbaik dari yang kita bisa, karena Allah.... karena Janji-Nya...

dannnnnn

saat itu sampai ke bekasi, abang nomor 3 di bekasi, sudah berkeluarga, jadi sambil silaturahmi juga, ketemu anak pertama abang tu, MasyaAllah, cerita, diskusi, dll sampai akhirnya mau pamit

17-03-2021

paginya setelah selesai shalat shubuh dll, karena abang nomor 3 WFH, bekerja sambil megang laptop, jadi mencoba coba belajar mengajak bermain anak abang ko๐Ÿ˜…ya,, belajar bagaimana menjadi seorang orangtua lah๐Ÿ˜…, MasyaAllah se..

sampai akhirnya, menjelang siang, pergi sama abang nomor 3 untuk rapid tes, karena setiap penerbangan harus ada 1 surat yang sekali pakai untuk membuktikan negatif corona, dan pergi, tes, dan hasil negatif Alhamdulillah, dan surat itu untuk saat pulang besoknya tanggal 18-03-2021 dan siap siap mau melanjutkan perjalanan berikutnya,. dan terpikir mau ke Bogor, karena ada sanak di sana, ibaratnya harus ada tempat istirahat sebelum ke jakarta juga sembari diniatkan silaturahmi dengan keluarga yang lain...

dan saat  itu diantar abang nomor 3 setelah ada kegiatan kerja di dekat stadiun bekasi rasanya, dan sorenya jam 5 an dari  diantar menuju stasiun tanjung barat yang MasyaAllah jauh e, sore berangkat dengan motor, tibo di stasiun tu jam 7 an, pas sebelum dakek stasiun raso ka pingsan, mungkin dek panek bana, kiroe alum makan, dan berhenti sejenak, makan berdua lalu lanjut ke stasiun tanjung barat, dan saat itu juga, sanak saudara dari bogor menuju stasiun bogor, karena nanti tujuan thariq dari stasiun tanjung barat ke stasiun bogor dengan kereta Api

setelah sampai di stasiun tanjung barat, berterima kasih atas kebaikan dari abang nomor 3, mudah mudahan setiap kebaikan yang setiap orang lakukan, dibalas Allah berlipat ganda, dan dimudahkan urusannya dunia akhirat,.. dan pamit setelah itu

lalu thariq pergi ke stasiun dan pesan kartu untuk ke bogor,  setelah dapat kartu lalu tempelkan ke pagar, lalu terbuka, lalu menunggu kereta yang mengarah ke bogor, dan harus ditanya ke satpam, kereta ke bogor kapan ya dan arah mana(walaupun ada aplikasinya, simpelnya tanya saja bisa juga ke staff/karyawan keretanya)?, dan untungnya beberapa menit setelah satpam menyampaikan arah mananya, dan membilang keretanya sudah dekat dan naikkk, dan saat itu karena masih pandemi, jadi di dalam kereta berjarak gitu, dan sampai mendekati stasiun ujung, isi kereta mulai sedikit karena pemberhentian terakhir yaitu stasiun bogor dan semakin sepi, soalnya pagi sampai sore itu rami bukan main dulu itu kalau dikereta, dan baru agak sepi malam biasanya dan Alhamdulillah aman sampai stasiun bogor,..

dijemput sama sanak saudara dengan mobilnya, anak mamak yg menjemput, dan lamo pulo waktu tu menunggu thariq sampai ma, saitu bana persaudaraan berkeluarga basanak gitu, dan dalam perjalanan, mengantar sayur ke pusatnya(lupa dimana),dan lanjut perjalanan, sempat berhenti di simpang jalan, nampak boneka nan alah KO atau panek  se duduk di tepi jalan, dan disimpang berikutnya nampak berjoget dengan semangat, dalam arti lucu se, dan joget e tu lucu, menghibur gitu,  ya , begitulah kan, sulit mencari uang, kerja dll, dan harus disyukuri apa yang dimiliki, dan setelah itu lanjut perjalanan, dan nampak lo boneka boneka joget joget menghibur pengendara nan baranti di simpang jalan dan setelah itu boneka itu meminta uang sedikit dari para pengendara, dan melanjutkan perjalanan, nyo nan lawak e samangek e dalam menjalani hidup tu ha, MasyaAllah setiap perjuangan urang tu.. lalu sudah dekat rumah sanak keluarga dan nginap di rumahnya, 

18-03-2021

paginya bertemu mamak, saat shalat shubuh pergi bareng, mesjidnya dekat dari perumahan tersebut dan karena waktu itu memang berharga kan sembari perjalanan ke mesjid ,.. mamak menyampaikan pesan kebaikan, ingat, bahagiakan orangtua, cari terus peluang kerja yang lebih baik, terus kembangkan diri, dll, sampai selesai shalat, jalan pulang ke rumah pun begitu juga,.. banyak pesan kebaikan yang disampaikan yang mungkin itu menajdi pengingat dan motivasi kita juga dalam menjalani hidup dan memaksimalkan usaha, dan motivasi hidup dll,..

sampai akhirnya setelah shalat shubuhpun,, siap siap, lalu diajak makan di luar dan lucunya waktu itu cuma ngga bawa uang,  jadi niatnya makan di luar, kembali ke rumah lalu ambil uang lalu pergi beli oleh oleh untuk pulang ke padang, dan ternyata setelah makan, ditraktir dan diajak lansung pergi beli oleh oleh dengan cara meminjam uang dulu, ya Allah itu sagan bana ma, dan setelah dibeli, kiroe ndak lo namuh diganti pitih nan disalang untuk bali oleh oleh tu, MasyaAllah, elok e lai, berlomba dalam kebaikan e =.=, sip sip, kalau begitu Alhamdulillah dan do'akan kebaikan kan, biar Allah yang membalas dan mudah mudahan kita suatu saat kita juga bisa membalas kebaikannya..

 jam 8 sampai di rumah setelah makan d luar, beli oleh oleh dan pulang ke rumahnya, lalu mamak mau pergi kerja dari bogor ke jakarta, dan saat itu sempat juga memberi pesan kebaikan,.. MasyaAllah se, sampai akhirnya pamit duluan mamaknya, thariq berterima kasih dan thariq pun siap siap dari bogor ke jakarta dengan anak mamak, dan saat itu sebelum pamit sama istri mamak, 

Thariq  : "nte, tolong beri thariq pesan dan saran masukan dari tante nte"(kurang lebih seperti itu)

Tante : (tantenya agak lama berpikir sejenak) 

Tante : jadi anak shaleh ya..

Thariq : baik nte, bantu do'a juga ya nte, InsyaAllah nte anak tante insyaAllah iya juga akan menjadi Anak Shaleh nte, Aamiin terima kasih atas kebaikannya nte(saat itu itu akan menjadi PR/ pertanyaan terlama untuk bisa dipahami, mungkin setelah menjadi orangtua, kenapa orangtua sangat berharap anaknya menjadi anak shaleh?)

Tante : Aamiin ya Allah, iya Thariq, hati hati di jalan..

Thariq : sip nte, izin pamit nte, maaf kalau ada salah nte, Assalamu'alaikum nte

Tante : wa'alaykumussalam..


dan, setelah itu karena jam 8 an, sedangkan dari bogor ke jakarta itu rawan dalam arti rawan kecelakaan atau tidak tau apa yang terjadi dan kadang macet dll, jadi harus cepat, dan pergi dengan motor bareng adik nan man traktir oleh oleh ko๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…, MasyaAllah.. galak pulo e tu, sero lo menjalin silaturahmi antar keluarga,, dan berhenti sejenak di bendung Katulampa, karena selama ini taunya itu bendung katulampa buatan Belanda yang sudah lama menahan banjir jakarta dan sangat membantu mengatasi banjir dari bogor ke jakarta, jadi penasaran bentuknya dan keren MasyaAllah, foto foto, cekrek sedikit dan lanjut perjalanan dari bogor ke terminal damri, dan sampai di terminal jam 08:30, pamit, berterima kasih, do'akan, sharing kebaikan dan motivasi dari yang thariq jalani, begitu juga dia, dan foto foto, dan naik bis,

dan selama perjalanan, dari bogor ke jakarta dengan damri, itu teringat lagi flashback tertinggi tu, dan enjoy mencoba untuk terus memahami sambil santai, karena sambil melihat pemandangan kan, wihh MasyaAllah, gadang gadang gedung e, dll keren perkembangan teknologi di masa kini dll

saat dalam perjalanan dikabari teman yang dulu selokal, minta sharing tentang ilmu hidrologi, dan kebetulan selagi bisa kita bantu dimanapun berada, maka kita bantu sebisa kita, dan mudah mudahan jika urusan orang kita bantu, mudah mudahan Allah bantu juga urusan kita dunia Akhirat,,,

sampai akhirnya naik damri dari bogor 08:30 - 10:30 sampai ke terminal bus bandara, dan siap siap pulang, dan mengabari sanak keluarga yang di jawa bahwa akan pulang naik pesawat sebentar lagi dan perjalanan aman,

saat di bandara, takana makan, soalnyo hari lah agak siang dan perjalanan tiada henti kan,.. dan makan pop mie, wew, MasyaAllah, alah lamo ndak makan mie๐Ÿ˜…, makan kerupuk padeh,๐Ÿ˜…, dan siap siap naik pesawat, sembari mengingat-Nya, itulah hidup, adalah perjalanan, sangat singkat dan sebentar, yang kita bisa hanya memahami, memberikan yang terbaik yang kita bisa, sebagaimana misal kita di tepi pantai, mengambil pasir d pantai dengan tangan, menggenggamnya dan melepaskannya dan berjatuhan kan, lalu mengambil lagi dengan tangan  dan akan terasa pasir yang jatuh tidak bisa diambil semuanya dan yang akan diambil lagi pasti berbeda, yaaa artinya semua itu terasa singkat, ketika ada kesempatan pertama, berikan yang terbaik, begitu juga kesempatan berikutnya, karena semuanya akan menjadi cerita,.. dan dunia ini hanya sementara, dan persinggahan dan terus beramal, karena-Nya, mengingat-Nya..,Wallahu'alam dan 'afwan jika salah perumpamaan

sampai di pesawat, berdo'a, dan melanjutkan flashback, karena sembari itu terus teringat dan semuanya perlahan memahami dan mencoba memahami kondisi yang Allah berikan dan berusaha melanjutkan yang terbaik.. 

dan Alhamdulillah aman, saat mau mendarat pesawat, nampak sayap pesawat saat mendarat, seperti ada yang menahan kayak apo lah tu yo, kayak menahan angin, ibaratnya kayak me rem pesawat agar melambat saat mendarat, MasyAllahnnya, betapa majunya teknologi dari Ilmu yang Allah berikan kepada manusia, dan menjadi pahala jariyah bagi mereka yang membuatnya,

sampai tiba dibandara BIM, Alhamdulillah, dan tiba di rumah jam 5 an, dan menceritakan semuanya ke Umi, sat itu Abi sedang belajar bahasa arab ke medan, dan kabarnya akan pulang tanggal 18 dan malam sampainya, jadi Umi saja di rumah, 

dan bercerita semua perjalanan, kisah lucu, moment mendebarkan, pengalaman saat survey, ilmunya, saat bertemu keluarga, sanak saudara, dll kepada Umi,  sebagaimana dulu orangtua dulu mendidik kita, kalaupun ada yang kurang, ngga papa, tetap Alhamdulillah, kita sebagai anak tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk orangtua kita,.. dan MasyaAllah saat itu, sampai akhirnya malam mencatat sebisa mungkin sedikit demi sedikit..dan pergi ke pasar baru untuk mengantar kue oleh oleh untuk abang nomor 4 karena sudah punya anak juga abangnya kan, mana tau ini adalah rezeki yang Allah titipkan melalui thariq untuk anak dan keluarga abang nomor 4,

dan setelah  dari pasar baru, pulang ke rumah jam 8 an  dan bertemu Abi yang baru saja pulang dari medan setelah belajar bahasa arab, bercerita hal yang sama seperti bercerita ke Umi saat pulang sebelumnya, dan belajar bahasa arab juga dengan Abi sedikit demi sedikit, dan sharing kebaikan, dll, MasyaAllah, semoga hidup kita selalu bermakna.....

dan di blog berikutnya akan membahas bagaimana sih menanggapi pernikahan dan cara pandangnya, InsyaAllah...

Kesimpulan dari judul " Perjalanan dan Cara Pandang "

1. Menjalani hidup bukan berarti seperti orang yang sekarat/stress/bawaannya ngga ada harapan hidup,

namun, menjalani hidup ada hal yang  harus dipahami bahwa hidup adalah  perjalanan, tidakkah terasa bahwa semua begitu singkat...,seperti melewati jembatan, seperti seorang musafir, istirahat sejenak di bawah pohon dan melanjutkan perjalanan, seperti berubahnya dari siang ke malam, dan banyak perumpaan lainnya yang mana dunia ini akan segera kita tinggalkan saat semua sudah Allah takdirkan kapan kita dicabut nyawa ini dengan Malaikat pencabut nyawa,  termasuk menulis cerita ini, yang mungkin akan terlihat lagi setelah beberapa hari, minggu, bulan, tahun, dan tidak bisa dulang perjalanannya kan,.. namun yang bisa kita lakukan adalah memberikan ikhtiar terbaik atas waktu yang Allah berikan ke kita, dan semua itu akan terkenang kan,.. menjadi cerita yang mudah mudahan bermanfaat untuk siapapun kedepannya bahwa juga hidup ini akan dipertanggung jawabkan... dan tidakkah terasa ketika kita hidup dalam menjalani misal, tidakkah tangan kita masih ada, terasa hidup, bisa digerakkan, mata bisa berkedip, bisa menghirup udara segar, Alhamdulillah dengan lancar, bisa tersenyum, bisa menutup mulut, membuka mulut, bisa meloncat, bisa melangkah sedikit cepat atau pelan, kan sero tu ha,,.. bisa melihat ke langit,, bisa berdizikir secara lisan, maupun dalam hati, juga betapa langit itu bisa ada, kokoh tanpa tiang, warna langitnya, suara yang terdengar oleh telinga kita, burung, suara air, suara orang bersosialisasi, mobil, motor, apapun yang terlihat, moment hidup, perasaan yang bisa dirasakan, seperti pahit, manis dll, ilmu yang Allah berikan/titipkan kepada kita, semua itu bisa kita rasakan ketika menjalani hidup dan sangat bermakna ketika mencoba resapi dan menikmati dari pejalanan hidup kita, artinya terasa sangat hidup perjalanan itu ketika kita menikmati dari apa yang sudah diikhtiarkan dan apa yang sudah Allah tetapkan untuk kita, maka tidakkah kita merasa bersyukur sekali atas nikmat hidup yang Allah berikan..., kalaupun ada musibah, ujian, itu tidak sebanyak Allah memberi banyak nikmat hidup kepada kita, tidakkah dengan Ibadah dan berikhtiar sebaik mungkin dan berharap ke Allah semua akan Allah mudahkan,.. sehingga muncul refleksi, bagaimana dengan ibadah kita kepada-Nya, sudahkah kita maksimalkan, dll sehingga muncul perasaan untuk terus memperbaiki diri dan banyak hal lainnya dalam instropeksi diri dll,...dan hal itu hidup di dalam hati, dan pikiran, MasyaAllah.., semoga Allah menjaga kita dalam keistiqomahan beribadah kepada-Nya sampai akhir hayat, dan dengan ibadah tersebut kita terhindar, terjaga dari dosa dan maksiat dan bisa memberikan yang terbaik dari waktu yang Allah berikan, juga bisa berbakti kepada orang tua.. dll

2. sudahkah kita menyadari bahwa setan itu sungguh musuh yang nyata bagaimana dia itu membuat bisa setiap keluarga itu bermusuhan dan kacau, mengacaukan rumahtangga,dll, tipu daya setan itu lemah, namun berpengalaman dari zaman dulu, namun dan kita pasti yakin ketika kita berlindung kepada Allah, setan itu sungguh musuh yang lemah karena kita berusaha, ber'doa kepada Sang Pencipta agar dilindungi dari setan yang terkutuk, dan sungguh setan itu musuh yang nyata, tipuannya yang sama dari dulu, lemah namuh berbahaya jika dianggap remeh, memunculkan rasa benci, rasa iri hati, dengki, hasad, kejahatan dan penyakit keburukan lainnya dll, dan sungguh semua itu ketika kita yakin, berusaha dalam ibadah, kepada Allah dari apa yang dijanjikan-Nya dari ibadah yang sesuai dalillnya InsyaAllah tipu daya setan itu akan lemah dan tidak akan bisa mengganggu kita


Mungkin itu dulu๐Ÿ˜…, untuk sambungannya di blog berikut saja, Semoga bermanfaat, maaf jika ada salah kata, kalaupun ada yang salah ingatkan saja secara ahsan,..

semua ini juga termasuk pengingat diri,






Komentar

Postingan Populer