RASA SYUKUR...
Setiap moment dalam perjalanan hidup akan selalu ada suara hati nurani/percikan/gesekan dalam hati/suara/hal yang selalu terngiang dalam hati dan mudah mudahan selalu menjadi pengingat diri..,dan semoga Allah selalu jaga dalam diri agar penyesalan itu semakin kecil terjadi.. dan memaksimalkan usaha (Ikhtiar terbaik) dalam memanfaatkan Waktu yang masih Allah berikan waktu kepada kita Ketika Kesadaran itu begitu terasa... dan insyaAllah akan selalu menjadi pengingat dalam diri ketika apapun yang terjadi nantinya... Aaminn ya Allah...
Bismillah....
Syukurlah jika Kamu berbuat suatu hal atau kesalahan, hatimu masih merasakan ada yang salah dan harus segera diperbaiki...
Syukurlah jika kamu selalu merasa ada yang harus/segera kamu perbaiki dalam diri...
Syukurlah jika kamu masih merasa begitu sedikitnya berbuat baik dan tidak tau standar batasnya sehingga terkadang futur..., karena banyak orang orang..., orang orang terdahulu lebih banyak berbuat baik karena-Nya dan kebih baik dari dirimu,ya... masih banyak orang yang lebih berjuang dalam kebaikan... dalam amalnya... dan perlu untuk kita tiru agar menjadi amal yang bisa dipetik hasilnya di Akhirat kelak....
Syukurlah jika kamu masih merasa ada yang salah ketika hidupmu aman aman saja, padahal kamu berbuat dosa..., apakah itu istidraj?? menjadi pertanyaan kenapa tidak ada musibah/ujian dalam hidup kita, " apakah Allah masih memberikan petunjuk kepada kita?, apakah pribadi ini masih perlu diperbaiki? padahal ada dosa yang dilakukan...,,ya... ujian ini untuk membuat kita semakin dekat kepada Allah untuk bisa menyelesaikan ujian-Nya, menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan hamba dengan Tuhannya....
Syukurlah jika kamu selalu terbersik di hati bahwa kamu pernah berhutang/berjanji kepada orang yang kamu temui... dan kamu menyadari bahwa itu akan ditagih/diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak,.... apakah kita akan mencari orang di akhirat untuk membayar hutang kita selama di dunia???, seberapa lama menemukan orang tersebut?? umat dari Adam sampai hari kiamat, bara ka banyak e tu... ya Allah dan akan kita cari orang yang kita memiliki hutang padanya???? Tidak...,,..Apakah kita sengaja memberi hutang di dunia guna di minta di Akhirat...? sekejam itukah kita ?? tidak.... Apakah kita biarkan kesempatan ketika Allah memberikan moment bertemu orang yang punya hutang pada kita dan tidak kita ingatkan.......? tidak, tidak akan dibiarkan, akan terus diingatkan, daripada bertemu di akhirat dalam keadaan menagih hutang........ lebih baik kita tidak membuat orang susah di Akhirat kelak, dan membuat musuh di Akhirat Kelak... semoga Allah selalu mengingatkan kita akan hutang di dunia pada manusia dll, dan membantu sebisa kita... karena-Nya...
Syukurlah ketika kamu selalu berada dalam lingkungan yang baik, yang selalu menjagamu/ mengingatkan dalam kebaikan..
Syukurlah ketika kamu merasa ada yang salah dalam dirimu ketika berada di lingkungan yang tidak baik sehingga itu mempengaruhi pribadimu, namun kamu menyadari bahwa kamu harus segera memperbaiki kesalahan tersebut..
Syukurlah ketika Allah sudah mencabut nikmat hidup duniamu seperti tidak adanya semacam rasa semacam menikmati , rasa asik atau serunya bermain game yang dulu pernah kamu mainkan, atau hal yang menghabiskan waktumu menjadi tidak bermanfaat. dan saat itu kamu tersadar betapa berharganya waktu itu...
Syukurlah ketika Allah sudah mencabut nikmat hidup duniamu seperti mendengarkan musik, tidak berkesan dan tidak terasa betul di hati, tidak begitu mewakili apa yang hati rasakan, dan kamu tidak sepenuhnya menemukan ketenangan yang kamu harapkan dari musik tersebut dan sangat sejati sekali kamu menemukan salah satu ketenangan yang mewakili hati yaitu membaca Al-Qur'an... Ar - Rad ayat 28
Syukurlah ketika ada sahabat/orang yang engkau kenal sudah menikah duluan dan menjadi kesadaran untuk terus memperbaiki diri, dan membuat keputusan nantinya supaya bisa menikah juga nantinya... untuk bisa menjadi keluarga sakinah mawadddah warahmah sesuai yang Allah Ridhai...
Syukurlah ketika kamu berharap dengan apa yang kamu inginkan namun Allah berkata lain bahwa Allah tau yang terbaik untukmu...
Syukurlah ketika kamu berusaha untuk terus menjaga niatmu dalam kebaikan ketika sesuatu tidak sesuai dengan harapanmu atau terkejut, maka Allah netralkan, tenangkan, lapangkan hatimu, menerima dengan hembusan syukur dan kamu ikhlas atas apa yang sudah Allah tetapkan... Karena kamu melakukan niat kebaikan untuk mendapatkan Ridha-Nya, dan dia tau yang terbaik untuk Hamba-Nya.
Syukurlah ketika kamu merasa kesempatan hidup itu tidak banyak sehingga kamu berusaha sebaik mungkin dalam memanfaatkan waktu yang masih Allah berikan....
Syukurlah ketika kamu masih merasa Allah masih menghidupkanmu yang Artinya Allah masih memberikan kesempatanmu untuk terus memperbaiki diri dan beramal...
Syukurlah ketika Allah batasi nikmat duniamu dalam nafsu ingin memiliki harta yang tidak membuatmu jauh dari Ibadah kepada Allah...
Syukurlah ketika kamu masih dijaga Aibmu yang hanya Allah dan kamu yang tau siapa dirimu sebenarnya...
Syukurlah ketika semua orang menganggap kamu baik, padahal Aibmu ditutup Allah sehingga kamu sadar untuk terus memperbaiki diri...
Syukurlah ketika kamu masih memiliki Orangtua sampai saat ini, karena Allah ingin dengan waktu yang diberikan untuk bisa berusaha untuk terus berbakti kepada Orangtuamu,... kalaupun sudah berkurang, masih ada kesempatan atau meninggal/tidak adanya Orangtuamu, masih ada kesempatan... Allah masih memberikan kesempatan untukmu... karena kamu masih hidup di dunia ini, agar bisa tetap berbuat baik,beramal, mudah mudahan menjadi pahala jariyah dan diniatkan untuk orangtuamu...dan kamu bisa mencapai/memberikan yang terbaik dari harapan orangtuamu karena semua itu mengalir dalam darahmu, pikiranmu, hatimu, kebaikan yang sudah ditanamkan/diaajarkan padamu agar di akhirat Orangtuamu tidak merasa sedih, namun bahagia atas aapa yang sudah ia berikan kepada anaknya dulu semasa di dunia... dan InsyaAllah bisa mencapai surga-Nya bersama dengan keluarga kita kelak...
Syukurlah ketika kamu Ridho dengan ujian yang Allah berikan padamu... dan kamu berusaha dengan ikhlas dan semangat menjalaninya karena yakin Allah pasti akan memberi jalan kemudahan...
Syukurlah... ketika kamu masih ada kesadaran dari itu semua dan masih banyak terbersik rasa syukur yang ada dalam hatimu..
yang itu semua Allah ingin...
Agar kamu terus berusaha berbuat baik dari yang kamu bisa..., terus beramal..., terus menyadari kesalahan kita..., terus mencari kebenaran, ikuti pengajian Online/Offline sebaik mungkin dan berusaha terus untuk memahami Al-Qur'an, Menghafal, dan mengamalkannya, karena kelak Al-Quran juga akan menjadi Syafaat di Akhirat kelak, dan menjadi Teman, Tameng di Kuburan kelak...
Agar kamu terus memperbaiki diri hanya untuk mengharap Ridho-Nya,beramal sampai Akhir hayatmu..., sampai Allah memanggilmu... sampai Malaikat mencabut nyawamu.... dan sebelum Malaikat mencabut Nyawamu.berbisik ke telingamu....
"alladzi na a kolu rabbunallah, orang yang mengatakan tuhanku Allah, tsummass takomu, kemudian istiqomah, tatanazzalu alaihiulmalaa ikah, turun malaikat berbisik ke telinganya
alla takaufu, jangan kau takut...
wala tahzanu, jangan kau sedih...
waabshirubiljannati kuntum tu'adun...
berbahagialah engkau mendapatkan surga yang dijanjikan oleh Tuhanmu, dan yang dapat itu adalah istiqomah,....
Karena Apa kita Lakukan itu semua...?
untuk mendapatkan Ridho-Nya, untuk mendapatkan pengampunan-Nya karena sungguh kita hanyalah manusia yang berdosa, kita tidak tau apakah dosa kita sudah diampuni atau belum,... kita tidak perlu pengakuan dari manusia, namun dari Allah di Akhirat Kelak,.. akankah Allah mengampuni kita....?
maka kita harus terus memperbaiki diri kita.... dan yakin akan balasan Allah yang lebih baik di Akhirat kelak..💪😤
Karena Itulah Allah Rahasiakan... kita tidak tau...
Setiap Cerita Ada Alurnya,
Setiap kisah ada masanya, yang menjadi bagianmu adalah...
Memaksimalkan Ikhtiar, Do'a dan Tawakkal, dan Apa apa yang berada di luar kendalimu sudah menjadi kepastian-Nya...
Ath-Thaariq...



Syukron bg, ditunggu tulisan selanjutnya
BalasHapus'Afwan Akhi
Hapus